Monday, March 14, 2011

10 Gangguan Syaitan Dalam Solat

Ohalf sekadar mengingatkan diri sendiri dan teman, semoga ada keberkatan bersama dalam perkongsian ilmu ini. Sememangnya dalam mendirikan solat seringkali perkara ini berlaku dan mengharapkan dengan perkongsian ilmu ini, dapat kita bersama mendirikan solat yang lebih teratur dan dikasihi oleh Allah SWT.
1)WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBITAUL IHRAM

Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar", ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.

Ibnul Qayyim berkata: "Termasuk tipu daya syaitan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat". Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram.

2)TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SOLAT

Sahabat Rasulullah SAW iaitu 'Utsman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancau". Rasulullah SAW menjawab, "Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku"
- (HR. Muslim)

3)LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN

Abu Hurairah r.a berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian shalat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam"
- (HR Bukhari dan Muslim)

4)HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI

Abu Hurairah r.a berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya: "Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!", sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia solat"
- (HR Bukhari)

5)TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SOLAT

Ibnul Qayyim berkata: "Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, kerana tergesa-gesa adalah sifat gelabah dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul kerana dua perilaku buruk, iaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya".

Tentu saja bila solat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya - asal mengerjakan solat, asal selesai, jadi!. Tidak ada ketenangan atau thu-ma'ninah.

Pada zaman Rasulullah SAW ada orang solat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi kerana solat yang telah ia kerjakan belum sah.

Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah), lalu bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu"
- (HR Bukhari dan Muslim)

6) MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU

Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat. "Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW". Orang tersebut bertanya: "Apa yang dilakukannya?" Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW", kata Ibnu Umar.
- (HR Tirmidzi)

7)MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SOLAT

Dengan sedar atau tidak, seseorang yang sedang solat memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Kerana itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata: "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum menengok ketika solat". Rasulullah SAW menjawab, "Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba".
- (HR Bukhari)

8)MENGUAP DAN MENGANTUK

Rasulullah SAW bersabda: "Menguap ketika solat itu dari syaitan. Kerana itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin"
-lam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, "Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha... bererti syaitan tertawa dalam mulutnya"
- (HR Bukhari dan Muslim)

9) BERSIN BERULANG KALI SAAT SOLAT

Syaitan ingin mengganggu kekusyukkan solat dengan bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud: "Menguap dan bersin dalam solat itu dari syaitan"
- (Riwayat Thabrani).

Ibnu Hajar menghuraikan pernyataan Ibnu Mas'ud, "Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat, sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain kerana syetan memang ingin mengganggu solat seseorang dengan berbagai cara".

10) TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya"
- (HR Muslim)

Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas dari berbagai macam gangguan syaitan dalam solat. Semoga kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari gangguan-gangguan tersebut. Dan bagi yang merasakan gangguan tersebut, sebahagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syaitan terkutuk.

SEMOGA MENDAPAT MANFAAT, INSYAALLAH

Monday, March 7, 2011

Specially for someone special

I'm glad my spaceship landed in your heart,
I'm contented with your determination,
I'm happy and laugh on the jokes you make,
And I’m lost without you near…

Because...

You make changes in my life no matter how ignorant I can be,
You're patient yet childish at time with an intention of love and care towards me,
You can be temperamental on things you believed
And you are adorable for me to cuddle….

Package all the above with trust...

And together,

We share things we adore,
We feel hurt when we are apart
We argue on disagreement we stand
And we hope this can stand against time.


Thank you for being here with me


28 February 2011

Monday, February 21, 2011

Perfection in hapiness

1. I’m a Perfectionist; a common word heard when you’re dealing with someone who strives for accuracy and excellences in what they do.

2. Is it wrong, for being a perfectionist? Are there any such people who are capable to do things with perfection in the things they do?

3. Some claimed perfectionist find difficult in accepting someone else imperfection if they are not up to the standard desired. To them dealing with the imperfection can be a stressful.

4. On contrary, you probably heard that, life is full of imperfect things and imperfect people.

5. Learning to accept each others' faults and accepting each other’s differences are some of the important ways, in creating a healthy, growing, and lasting relationship

6. I must concur that environment contributes to lack of performance to excel.

7. Not all people have the privilege environment they desired to excel as compared to some.

8. It’s a gift of luck to some I would say.

9. No matter what situation you are in, you must be in control, because in the end, you are the master of your own life; to be happy or unhappy, to be positive or negative.

10. Don't put the key to your happiness in someone else's pocket - keep it in your own.

Wednesday, February 9, 2011

Perlukah hidup berteman?


Manusia dijadikan Allah SWT sebagai Khalifah dimuka bumi ini. Inilah kehidupan manusia yang berkisar dalam lingkaran kehidupan berpasang pasangan, begitulah menurut hukum alam yang dicipta. Sejarah kasih sayang yang bermulanya kehidupan didahului oleh raja segala manusia, Nabi Allah Adam AS bersama Hawa.

Apakah definasi “Teman” itu serupa dengan “Pasangan” ? Mungkin ada yang kata “Ya” dan ada yang mengatakan “Tidak” . Evolusi “teman “ mungkin menjadi “pasangan”
Walau bagaimana ianya dinilaikan, satu yang pasti, kita perlukan orang lain dalam meneruskan kehidupan. Berbahagialah apabila kita temui teman sejati dalam persahabatan atau Pasangan dalam hidup.

Rasanya lengkap kehidupan apabila diri ini dikasihi walaupun tidak semestinya disertai dengan ikatan atau perkahwinan. Dalam menjalani hidup berkasih haruslah berlandakan pegangan akidah dan bukan nafsu.Evolusi kehidupan adakala merosakkan kitaran kehidupan apabila ada yang ingin berkasih sayang dengan pasangan sejenis yang rata rata hanya berpaksikan nafsu. Mungkin ada yang menempak Ohalf…namum hakikat kehidupan sedemikian hanya meruntuhkan manusia dari pada meningkatkan kehidupan.Ohalf meneliti kembali kehidupan dulu berpasangan yang terasa indah, kerana ada yang dicintai dan menyintai. Walaupun hanya sekadar masa yang singkat namum cukup terasa kenikmatan dalam hidup berpasangan sehingga kini.

Monday, January 24, 2011

Antara kata Hati dan Nafsu

Perbincangan yang Ohalf ingin kemukakan adalah satu dilemma yang Ohalf sering di lalui dan rasanya tidak kurang ramai lagi diluar sana …yakni; mana harus diikuti..kata hati atau kata nafsu.

Ada orang berkata ikut kata Hati bersuluhkan akidah..itulah yang terbaik, namum kata Nafsu serakah selalu menerajui jiwa dan perlakuan…jadi bagaimana?

Perolakan sedemikian sering di alami walaupun masih gelap bersuluhkan dengan terang bersandarkan dengan nyata apa yang baik dan apa yang buruk, namum apa yang diikuti lebih pada kata nafsu…kenapa?

Setiap kali solat dan bersujud kita luahkan kelemahan dan kejahilan, selesai salam kita melangkah dengan angkuh dan lupa pada sujud yang dilakukan. Adakah ini tanda tanda munafik pada diri seseorang?
Persoalan demi persoalan tenggelam timbul namum apa yang termampu sering berlandakan hanya pada nafsu. Bagaimana kita terajui permasalah ini?..

Rujuklah pada Al-Quran dan hadis kata mereka , pasti ada jawapannya. Namum kekerasan nafsu menebali hati menyesatkan keadaan.

Ohalf akur kelemahan ini, setakat ini yang termampu hanya diam sendiri, tidak mampu pergi jauh untuk menolak.

Begitulah lemahnya iman ini…